when my world is gray

when my world is gray
kali kuning Yogyakarta

Minggu, 08 Mei 2011

Kisah sebuah plastik bekas..


Beberapa hari lalu dalam perjalanan dari kantor menuju Plaza Semanggi aku kehujanan..

Karena jarak dari kantor ke tujuan ga terlalu jauh, aku mutusin jalan kaki, ga nyangka sampai di tengah jalan hujan deras seakan tumpah dari langit.
Aku langsung buka payung, namun karena derasnya hujan, tetap saja aku basah kuyup.

Mungkin hari itu akan menjadi hari dengan omelan dan umpatan tanpa henti, jika saja aku tak bertemu seorang bapak setengah tua... sebut saja dengan Pak Budi.

Sesampainya di depan pintu masuk Plaza Semanggi aku ga langsung masuk, karena baju dan celana basah, jadi aku memutuskan untuk menunggu di luar pintu sambil melipat payung dan sedikit mengeringkan pakaian, malu kalo masuk mal dengan celana masih menetes air.

Saat melipat payung, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak, menyodorkan kantong plastik.
Hanya kantong plastik bekas biasa, dan bapak tersebut berkata "buat tempat payungnya mbak, biar ga basahin yang lain kalau dimasukkan ke dalam tas"
Aku sempet bengong dan akhirnya menerima kantong plastik itu, berterima kasih sembari memperhatikan penampilan si bapak dari atas sampai bawah.

Bapak tersebut memakai jaket lusuh, dengan tas punggung yang sudah rusak di sana-sini, celana kain berwarna coklat yang digulung sampai bawah lutut karena basah, terakhir sendal yang sudah ga lagi bisa disebut sandal, banyak kawat dan jahitan di mana-mana.

Saat itu aku hanya bisa menatap dengan perasaan yang campur aduk, mungkin hanya sebuah kantong plastik bekas, namun.. bagi aku kepedulian bapak tersebut yang membuat aku terharu.
Si Bapak yang tidak mengenal aku, memberikan kantong plastik miliknya, agar payungku tidak membasahi barang-barang lain di dalam tas.

Sungguh, aku terharu... di saat orang lain bahkan tidak perduli dengan sekitarnya, masih ada si bapak yang menunjukkan kepedulian, melalui apa yang dia punya.
Bayangkan jika semua orang bisa punya sifat peduli seperti itu, alangkah indah dunia.

Karena sebaik-baiknya memberi, adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Terima kasih Bapak Budi... :')

1 komentar:

  1. It is usually assumed the stepper is completely correct and by no means missteps, so device place monitoring simply involves counting the number of pulses despatched to the stepper over time. An alternate technique of stepper place monitoring is usually not obtainable, so crash or slip detection isn't possible. All of the work may be completed from one RING CAMERAS aspect if the CNC turning middle has just one turret, but some turning centers have a major spindle and sub-spindle for even faster operation. With this configuration, the principle spindle partially machines the workpiece, which is then moved to the sub-spindle to complete the job on the other aspect of the half. The speed of CNC turning operations makes it a super process for large manufacturing runs with brief lead times.

    BalasHapus